Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah sangat penting, salah satunya melalui pengelolaan limbah rumah tangga yang tepat. bio septic tank, atau tangki septik biologis, hadir sebagai solusi modern dan ramah lingkungan.

Sistem ini tidak hanya menampung limbah, tetapi juga mengolahnya secara biologis dengan bantuan bakteri pengurai sehingga menghasilkan air limbah yang lebih aman bagi lingkungan. 

Dengan keberadaan sistem ini, kebersihan dan higienitas rumah tetap terjaga, pencemaran tanah dan air dapat diminimalkan, serta kesehatan keluarga lebih terlindungi dari penyakit yang dapat ditularkan melalui limbah.

Cara Pasang Bio Septic Tank


Pemasangan bio septic tank memerlukan ketelitian agar sistem bekerja optimal dan aman. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:

1. Menentukan Lokasi Pemasangan

Pilihlah area yang kokoh, stabil, dan jauh dari sumber air bersih seperti sumur. Jarak minimal yang aman dari sumber air bersih adalah 10 hingga 15 meter, demi keamanan dan pencegahan kontaminasi.

2. Memahami Kondisi Tanah

Memahami kondisi tanah penting sebelum memasang tangki. Tanah normal yang kering dan padat umumnya tidak memerlukan perlakuan khusus. Namun, pada tanah berair atau sering tergenang, diperlukan lantai kerja berupa cor beton bertulang setebal sekitar 10 cm di dasar galian untuk mencegah tangki ambles atau terdorong air tanah.

3. Mempersiapkan Lubang Galian

Gali lubang yang ukurannya harus lebih besar sedikit dari dimensi tangki. Ruang tambahan ini penting untuk mempermudah saat penempatan, penyesuaian posisi, dan proses penimbunan kembali.

4. Membuat Pondasi dan Melapisi Dinding Lubang

Pada dasar lubang, buat lapisan atau pondasi beton sebagai tumpuan. Langkah ini sangat penting, terutama pada tanah berair, untuk memastikan tangki bioseptik memiliki tumpuan yang stabil dan aman dari pergerakan tanah.

5. Memasang Instalasi Perpipaan Awal

Sebelum tangki diturunkan, persiapkan dan susun jalur pipa utama terlebih dahulu. Pastikan pipa inlet (air masuk), outlet (air keluar), dan pipa ventilasi sudah berada pada posisi yang tepat agar proses penyambungan lebih mudah.

6. Menurunkan Tangki ke Lubang Galian

Letakkan tangki bioseptik ke dalam lubang dengan sangat hati-hati. Pastikan posisinya sudah benar-benar rata (horizontal) dan tidak miring, menjamin stabilitas sistem. Baca Juga: Alasan Septic Tank Cepat Penuh

7. Menyambungkan Pipa ke Tangki

Sambungkan pipa inlet dan outlet dengan rapat menggunakan sealant yang berfungsi sebagai perekat cair agar sambungan lebih kedap. Anda juga bisa menggunakan gasket yang merupakan cincin karet untuk menutup celah sambungan. Setelah itu, pastikan kemiringan pipa outlet sudah tepat agar aliran tetap lancar.

8. Mengisi Air dan Menguruk Tanah

Isi tangki dengan air bersih secara bertahap, lalu secara bersamaan timbun lubang di sekeliling tangki dengan tanah atau pasir. Tindakan ini menjaga tangki tetap stabil di tempatnya dan melindunginya dari tekanan tanah di bagian samping.

9. Memasang Penutup Tangki

Pasang penutup tangki atau manhole yang dapat dibuka tutup dengan mudah. Akses ini penting untuk mempermudah inspeksi rutin dan perawatan tangki di kemudian hari.

10. Memasang Pipa Ventilasi

Tambahkan pipa ventilasi di tempat yang aman dan tinggi. Ventilasi ini krusial untuk menjamin sirkulasi udara yang baik, membuang gas-gas yang dihasilkan proses penguraian dan mencegah munculnya bau tidak sedap.

11. Menambahkan Bakteri Pengurai

Setelah instalasi selesai, buka kemasan dan masukkan bakteri pengurai sesuai dosis yang dianjurkan. Bakteri ini biasanya disertai klorin, yaitu zat kimia yang membantu membunuh kuman berbahaya. Langkah ini penting agar proses biologis pengolahan limbah dapat segera aktif.

12. Menandai Lokasi Tangki dan Akses Darurat

Beri tanda atau catat lokasi persis tangki bioseptik di permukaan tanah. Penandaan ini sangat membantu agar tangki mudah ditemukan saat dibutuhkan inspeksi, perbaikan, atau penyedotan di masa mendatang.

13. Menyusun Jadwal Pemeliharaan Rutin

Tentukan jadwal berkala untuk pemeriksaan seluruh sistem, seperti pengecekan ventilasi, kondisi pipa, penambahan bakteri, dan pembersihan tangki. Pemeliharaan rutin adalah kunci untuk menjaga kinerja tangki tetap optimal.

Baca Juga: Septic Tank Modern vs Konvensional

Tangki Bioseptic EXCEL: Solusi Septic Tank Modern

Dalam membahas sistem pengolahan limbah yang modern dan andal, Tangki Bioseptic EXCEL hadir sebagai solusi inovatif terdepan.

Dibuat dari material HDPE-HMW (High Density Polyethylene-High Molecular Weight) berkualitas tinggi dengan teknologi blow moulding, tangki ini 2X lebih kuat dibanding tangki sejenis dan tahan terhadap kebocoran serta retak.

Produk ini juga aman dari kandungan BPA dan telah melalui sertifikasi standar tinggi seperti SNI, JIS, dan FDA, menjadikannya pilihan tepat untuk melindungi keluarga sekaligus lingkungan.

Fitur dan Keunggulan Tangki Bioseptic EXCEL

Tangki Bioseptic EXCEL tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga dirancang dengan berbagai fitur tambahan yang memudahkan penggunaan dan perawatan sehari-hari. Beberapa keunggulannya meliputi:

  • Dilengkapi sistem filtrasi lima tahap yang unggul untuk memastikan air buangan tetap bersih dan aman.

  • Desain fungsional dengan tutup manhole, ventilasi udara, serta saluran inlet dan outlet yang tertata rapi, memudahkan inspeksi dan aliran limbah.

  • Terdapat ruang disinfektan dan carbon ion yang menetralkan bau sehingga membuat lingkungan tetap segar.

  • Tersedia pilihan kapasitas fleksibel yaitu EBT-100 (1.000 liter) untuk lahan terbatas dan EBT-150 (1.500 liter) untuk kebutuhan rumah tangga lebih besar.

Sistem Filtrasi 5 Tahap Tangki Bioseptic EXCEL

Keunggulan utama Tangki Bioseptic EXCEL terletak pada sistem filtrasi 5 tahap yang bekerja secara berurutan. Ini memastikan bahwa limbah rumah tangga diolah secara tuntas sebelum dibuang. Berikut adalah alur kerja sistem filtrasi lima tahap tersebut:

  1. Penyaringan Awal (Decomposition Process): Ketika limbah cair rumah tangga pertama kali masuk, ia akan melewati tabung filtrasi awal. Pada fase ini, terjadi pemisahan alami: minyak dan lemak akan mengambang di bagian atas, air limbah berada di tengah, dan padatan atau lumpur akan mengendap di dasar.

  2. Proses Anaerob: Air limbah yang sudah terpisah kemudian dialirkan ke ruang media bakteri. Di sini, penguraian limbah organik dilakukan dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Air akan mengalir ke atas melewati media filter, memberikan waktu optimal bagi bakteri untuk bekerja mengurai zat-zat organik.

  3. Proses Aerob: Setelah dari ruang anaerob, air limbah bergerak menuju bagian lain dari ruang media bakteri. Proses penguraian dilanjutkan dalam kondisi aerob (dengan oksigen). Tahap ini berfungsi memastikan dekomposisi bahan organik yang tersisa menjadi lebih menyeluruh.

  4. Filtrasi Media: Air limbah selanjutnya melewati tahap penyaringan lanjutan. Di fase ini, air mengalir ke bawah melalui media filter khusus. Proses ini menjamin partikel-partikel halus dan zat berbahaya yang masih lolos dari penguraian biologis akan terperangkap, sehingga air limbah menjadi semakin bersih.

  5. Sterilisasi Akhir: Ini adalah tahapan pamungkas. Air buangan yang sudah melewati empat proses sebelumnya akan melalui proses sterilisasi. Tahap kelima ini menjamin bahwa air yang akhirnya dibuang ke lingkungan luar benar-benar bersih, bebas bau, dan tidak mencemari.

Bioseptic EXCEL: Solusi Septic Tank Aman dan Efisien

Septic tank modern seperti Tangki Bioseptic EXCEL menghadirkan solusi sanitasi yang lebih bersih, praktis, dan ramah lingkungan dibandingkan tangki konvensional.

Tangki ini menjamin limbah rumah tangga diproses secara optimal tanpa membahayakan tanah maupun sumber air di sekitar rumah.

Percayakan kebutuhan septic tank Anda pada Tangki Bioseptic EXCEL, solusi ideal bagi rumah tangga yang mengutamakan kenyamanan. Hubungi Grahaexcel sekarang dan rasakan kemudahan serta keamanan sistem septic tank terbaik di Indonesia.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut: 

Untuk mendapatkan panduan visual yang lebih jelas mengenai cara pemasangan Tangki Bioseptic EXCEL, kami merekomendasikan Anda untuk menyaksikan video berikut