Sekarang ini, proses pemasangan pompa air bisa dilakukan oleh siapa saja jika tahu cara dan langkah-langkahnya. Pompa air dibutuhkan pada saat sumber air membutuhkan tarikan agar air tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan dan aktivitas sehari hari.

Untuk melakukan pemasangan pompa air, Anda perlu mempersiapkan beberapa bahan penting terlebih dahulu. Bahan seperti Sanyo, pipa paralon hingga lem pipa untuk menyambungkan per bagiannya. Semua bahan sangat dibutuhkan supaya sumber air bisa terhubung ke pompa.

Jika dilihat dari awal pengecekan, Anda perlu melihat terlebih dahulu berapa dalam sumber air yang akan dipompa. Sumber air bisa berasal dari sumur, galian atau bor tanah sampai sungai. Setiap sumber air memiliki jaraknya masing-masing sebelum bisa dipompa.

Mempelajari Proses Pemasangan Pompa Air

Dalam proses awalnya, Anda perlu mengetahui berapa jarak yang perlu diraih oleh pipa paralon nantinya. Sebagai contoh jika Anda memiliki sumur sedalam 50 meter, maka langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan pipa dengan total panjang mencapai 50 meter.

Setelah pipa sudah tersedia, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan pompa atau Sanyo. Dari sini, Anda harus pintar dalam memilih kemampuan pompa air atau jet pump dalam menyedot. Semakin dalam sumber air maka semakin besar juga daya hisap yang dibutuhkan.

Ketika pompa air jet pump sudah disediakan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan bahan lainnya. Bahan lain yang dibutuhkan adalah selotip, lem pipa, tusen klep, Pipa PVC berukuran 1 ¾ atau lebih untuk menjangkau sumber air, Pipa PVC ¾ untuk pipa hisap dan ½ untuk pipa dorong.

Praktik Proses Pemasangan Pompa Air

Setelah semua bahan terkumpul dan mesin pompa disiapkan, langkah selanjutnya adalah pasang alat menjadi satu. Berikut ini langkah pemasangan yang harus Anda ikuti saat memasangkan setiap komponen pompa air dari pipa sampai ke sumber airnya.

  1. Lakukan penghalusan ujung pipa Paralon dengan cara diampelas. Proses pengamplasan dilakukan agar sambungan bisa terhubung satu sama lainnya.
  2. Setelah selesai diampelas, lakukan penyambungan pipa PVC berukuran 1 ¾ dan ½. Anda bisa menyambungkan pipa dengan menambahkan selotip di ujungnya terlebih dahulu. Selotip itu digunakan untuk mempererat sambungan antar pipa. 
  3. Ketika proses penyambungan selesai dilakukan, coba periksa apakah ada kebocoran dengan memasukkan sejumlah air ke dalamnya. Jika tidak ada kebocoran, Anda bisa lanjut ke langkah selanjutnya.
  4. Sambungkan Pipa PVC ¾ ke dalam mesin pompa dengan menggunakan lem pipa. Jangan lupa untuk memasangkan juga tusen klep agar aliran air terjaga.
  5. Selain itu, proses pemasangan pompa air juga membutuhkan langkah pengecekan lanjut dengan memasukkan air lagi di dalamnya agar sistem dapat terpantau. Jika sudah beres maka tambahkan juga fitting untuk menyempurnakan sambungan pipa.
  6. Setelah semua Pipa tersambung dan terhubung ke mesin pompa, lanjut masukkan Pipa ke dalam sumur atau sumber air yang ada. Pastikan untuk mengatur posisi foot klep agar tidak terlalu menyentuh tanah setelah sumber air dipompa.
  7. Setelah itu isikan pompa dengan air untuk memancing penarikan air setelah pemasangan selesai dilakukan. Tahapan ini dilakukan juga untuk memastikan apakah sambungan sudah dalam kondisi baik atau belum.
  8. Jika air mengalir dengan besar dan baik maka proses pemasangan Anda sudah selesai. Cara cek lebih mudahnya adalah dengan melihat water meter pada pompa. Jika tekanan terlihat meningkat seiring berjalannya waktu, maka pemasangan pompa selesai dilakukan.
Tentu saja, setelah air berhasil dipompa maka Anda sudah berhasil menyelesaikan pemasangan pompa air. Proses pemasangan pompa air di atas bisa Anda pelajari untuk memahami bagaimana teknik pemasangan yang benar.

Setelah berhasil memasang pompa air, yuk cari tahu informasi mengenai cara efisien dalam memasang Toren air Stainless Steel EXCEL dijamin 100% anti lumut pada video berikut ini https://youtu.be/qXZzjVNL4_g