Salah satu kewajiban rutin yang harus dilakukan ketika membersihkan rumah adalah membersihkan toren air. Terutama bila menggunakan air tanah dan memiliki toren sebagai penampungnya. Terlebih jika penampungannya berada di tempat tinggi, serta memiliki warna cerah. Akan sangat berpotensi besar tumbuh lumut di dalamnya.

Tidak hanya sekedar lumut, melainkan juga mengandung berbagai mikro organisme maupun berbagai jenis mineral. Berpotensi membentuk endapan atau kerak pada dinding toren, mengakibatkan air menjadi keruh bahkan kotor. Selain itu endapan apabila dibiarkan dalam waktu lama akan semakin mengeras, sehingga sulit dihilangkan.

Oleh karena itu perlu pembersihan secara rutin agar tetap bersih dan higienis, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit maupun iritasi. Salah satu indikator perlu dibersihkan adalah adanya perubahan pada warna dan bau. Namun bila sampai terjadi hal demikian, berarti sudah sangat kotor sekali. Alangkah baiknya mengatur jadwal pembersihan secara teratur. 

Awas Ada Bahaya Toren Air yang Kotor
Pada dasarnya, setelah disimpan dalam toren, air akan digunakan untuk berbagai hal, diantaranya sebagai minuman, mandi, cuci baju atau piring, dan berbagai kebutuhan lainnya. Sehingga diharapkan tetap bersih dan higienis agar tidak mengganggu kesehatan. Baik terhadap kulit, seperti gatal – gatal dan jamur, dan juga terhadap pencernaan.

Tanpa ada upaya membersihkan toren air, muncul berbagai kendala salah satunya adalah lumut. Di dalam penampungan memiliki suhu lembab, serta sinar matahari memberikan suhu ideal untuk pertumbuhan lumut. Terlebih bila warnanya cerah, sudah dapat dipastikan pada dinding-dinding tandon akan bermunculan lumut.

Ini perlu dibersihkan, karena berpotensi mengganggu kesehatan terlebih dalam pencernaan bila diminum dalam jangka waktu lama. Seperti contohnya sakit perut, diare, serta berbagai masalah pencernaan lainnya. Selain lumut, juga berpotensi berkembangnya bakteri. Tentu saja apabila sampai dikonsumsi atau bersentuhan dengan kulit, kesehatan menjadi taruhannya.

Beberapa contoh bakteri atau mikro organisme yang akan muncul ketika tidak membersihkan toren pada air secara rutin. Pertama adalah Cryptosporidium, mikro organisme protozoa, penyebab kriptosporidiosis pada manusia, yaitu penyakit saluran pencernaan dengan gejala berupa diare. Anabaena juga dapat ditemukan di sana, tetapi dapat diatasi bila disaring. Jadi jangan lupa untuk sering membersihkan toren air.

Cara Membersihkan Toren Air dari Lumut
Lumut adalah permasalahan utama pada setiap penampungan air, berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah munculnya lumut, tetapi pada periode tertentu contohnya ketika cat mulai memudar, tetap berpotensi. Karenanya penting untuk menyimak tips berikut, dengan demikian mampu memastikan tabung penampungannya benar – benar bersih.

1. Menggunakan kapur
Sifat keras pada kapur sangat berguna dalam membersihkan tangki dari lumut. Bisa menggunakan kapur bangunan atau kapur tulis biasa. Caranya adalah melarutkannya dalam air lalu menyiramkannya pada bagian berlumut. Perlu menunggu selama semalaman agar bereaksi dengan baik. Setelah itu tinggal disikat lalu dibilas hingga bersih.

2. Membuat larutan garam
Bila khawatir akan kebersihannya, bisa menggunakan alternatif lainnya. Yaitu membuat larutan garam. Usahakan menggunakan air panas agar mempercepat reaksinya. Prosesnya sederhana, tinggal menyiramkan larutan tadi pada tempat berlumut, kemudian digosok dengan sikat atau spons. Meskipun manual, tetapi lebih bersih dibandingkan tanpa menggunakan larutan garam.

3. Menggunakan cuka putih
Membersihkan toren air bisa juga menggunakan asam, karena sifat korosifnya. Salah satunya adalah cuka putih yang biasanya digunakan sebagai bahan makanan. Caranya larutkan dulu dalam air agar kadar asamnya sesuai. Siramkan pada lokasi yang berlumut, gosok dan bilas. Pastikan tidak ada cuka tersisa, karena bisa menyebabkan dinding rusak.

4. Kaporit sebagai alternatif terakhir
Tidak asing lagi bila kaporit efektif untuk membersihkan tempat yang digenangi air. Caranya cukup mudah, tumbuk halus terlebih dahulu lalu taburkan pada dinding berlumut. Pastikan bilas serta cuci hingga bersih dan tidak terasa licin. Tetapi karena kandungan kimianya cukup berbahaya, tidak dianjurkan bila kurang memahami takarannya.

Tips Menghindari Munculnya Lumut pada Toren
Selain membersihkan toren air, juga bisa melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari potensi bahaya, terutama bagi kesehatan. Salah satunya adalah menyusun jadwal pembersihan rutin. Tidak hanya sebagai pengingat tetapi juga untuk memudahkan proses pembersihannya. Lumut yang baru muncul relatif mudah dibersihkan sehingga tidak membuat capek.

Melapisi dengan cat juga menjadi solusi pencegahan. Salah satu sebab dinding berlumut adalah karena sinar matahari masih bisa menembus dinding.

Menggunakan tandon berwarna gelap sebenarnya mampu mencegah cahaya masuk. Seperti warna hitam atau biru, tetapi bila menggunakan warna cerah dapat diatasi dengan melapisi menggunakan cat.

Terlebih lagi toren terletak di tempat tinggi serta berdinding plastik. Sangat rawan berlumut di bagian dalamnya. Oleh karenanya disarankan menggunakan cat gelap sebagai penutupnya. Harapannya tidak lagi tembus cahaya serta mengurangi potensi berlumut. Boleh menggunakan dua lapisan cat, untuk memperkuat atau membuat cahaya terpantulkan.

Kesehatan menjadi aset berharga bagi keluarga, karena dengan hidup sehat kita mampu beraktivitas dengan optimal. Salah satunya adalah menghindari penyebabnya, terutama dari air yang senantiasa digunakan untuk berbagai keperluan. Dengan membersihkan toren air dengan rutin secara tidak langsung merupakan investasi kesehatan bagi anggota keluarga.

Graha Excel merupakan produsen tangki air yang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Toren Air Excel dibuat dari bahan dasar HMW-HDPE yang sudah terbukti 2x lebih tahan lumut dari tangki air PE. Jika kesehatan dan kebersihan merupakan faktor yang penting bagi anda, pastikan pilihan toren air anda adalah Toren Air Excel.