Hai Sobat Excel,

Tokoh inspiratif kali ini bernama Pak Latif yang berumur 48 tahun, seorang agen EXCEL dari Grahaexcel yang dengan kegigihannya dapat menjadikan dirinya seorang pengusaha toko bangunan yang sukses.

Pasti sobat EXCEL penasaran, yuk kita simak kisahnya!

Sekilas Tetang Pak Latif

Pak Latif adalah seorang pemuda asal Blora, Jawa Tengah. Beliau dibesarkan dari sebuah keluarga yang sederhana. Percaya atau tidak, tingkat pendidikan tertinggi yang pernah dirasakannya hanya sampai Sekolah Dasar (SD).

Namun hal tersebut tidak lantas membuat dirinya menyerah dengan keadaan. Pak Latif berjuang dengan usaha terbaiknya sampai pada akhirnya beliau berubah menjadi seorang pengusaha toko bangunan agen Excel dari Grahaexcel sukses dengan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah tiap bulannya.

Masa-Masa Berat Pak Latif

Pak Latif tidak sempat menamatkan pendidikannya di Sekolah Dasar (SD). Bahkan, langkahnya terhenti di kelas 1 SD. Hasilnya bisa ditebak, beliau tidak terlalu pandai menulis dan membaca. Hal ini membuat dirinya selalu diejek oleh teman-temannya saat itu.

Saat berumur 17 tahun, Pak Latif memutuskan untuk mencoba peruntungan di Ibukota. Pak Latif berangkat bersama temannya dengan modal seadanya. Namun nasib sial bagi Pak Latif, temannya meninggalkannya sendirian, akibatnya membuat Pak Latif terpaksa harus kembali ke tempat asalnya di Blora.

Tidak mengenal kata menyerah, Pak Latif tetap bertekad untuk mencoba sekali lagi peruntungan di Ibukota. Dengan semangat yang membara beliau pergi ke Jakarta, sesampainya disana beliau memulai pekerjaannya sebagai kuli bangunan.

Tidak hanya itu di sela-sela waktu kosongnya, Pak Latif juga membuka jasa pengecatan dari satu rumah ke rumah lainnya. Sejak hari itu mental bisnisnya mulai terbentuk.

Bersemangat Mewujudkan Mimpi

Mungkin saat itu Pak Latif tidak sadar tapi jika melihat kisah hidupnya, Pak Latif adalah seorang visioner. Tidak hanya itu, Pak Latif memiliki tujuan yang besar. Hal ini tercermin dari sikap dan keputusan yang diambilnya saat itu.

Pada tahun 2005, Pak Latif dan teman sesama pekerja bangunan pindah ke Samarinda untuk mencari peruntungan yang baru. Kembali lagi-lagi beliau bekerja menjadi kuli bangunan. Tujuan Pak Latif yang begitu besar membuatnya geram melihat kondisinya yang kunjung tidak ada perubahaan.

Pak Latif memutuskan untuk menambah penghasilannya dengan memasarkan beberapa bahan bangunan dari toko bangunan tempatnya bekerja. Pak Latif bekerja sama dengan pemilik toko sehingga beliau tidak perlu mengeluarkan modal untuk memulai usaha ini.

Pada awalnya Pak Latif hanya menawarkan kepada salah satu pemilik rumah yang memintanya merenovasi pada bagian rumahnya. Dengan kerja kerasnya yang ulet membuatnya banyak dipercaya oleh beberapa pemilik rumah untuk merenovasi dan membangun rumah-rumah disana. Selagi Pak Latif memasarkan bahan bangunan, beliau tetap teguh pendirian dengan apa yang dicita-citakannya. Pak Latif menerapkan gaya hidup yang super hemat.

Dari hasil kerjanya selama ini beliau tabung sedikit demi sedikit untuk mengembangkan usahanya. Kini Pak Latif berhasil membuka toko bangunan kecil.

Resiko adalah Teman

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, banyak kesulitan yang dialaminya selama ini. Pak Latif dihadapkan pada keputusan sulit yang beresiko. Berkali-kali Pak Latif mengajukan pinjaman untuk dipakai sebagai modal tambahan, dan berkali-kali pula beliau bisa membuktikan bahwa pinjamannya bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Dari sini kita lihat keliahaian Pak Latif dalam mengelola resiko. Pak Latif yakin bahwa resiko dalam berbisnis yang ada bisa beliau kendalikan dan bisa berubah menjadi keuntungan. Pada tahun 2010, kurang lebih 4 (empat) tahun setelah Pak Latif membuka usaha toko bangunan untuk pertam kalinya, Pak Latif kini sudah memiliki banyak pelanggan, salah satunya pembeli toren air.

Tidak Cepat Puas

Sekarang usaha toko bangunannya sudah semakin besar dan berkembang. Pak Latif sudah memiliki beberapa karyawan dan kendaraan pribadi pengangkut barang untuk bisa langsung diantarkan ke konsumen, salah satunya pembeli toren air. Penghasilannya pun dalam sebulan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah setiap bulannya. Bagi sebagian orang, level Pak Latif saat ini sudah bisa dijadikan puncak dari kesuksesan dalam berbisnis.

Tapi Pak Latif meresponnya dengan berbeda. Beliau tetap bersyukur dengan apa yang telah dianugerahkan kepadany, namun beliau tetpa ingin mencapai yang lebih lagi.

Pak Latif menargetkan toko bangunannya menjadi level distributor penyalur di toko-toko kecil sekitar. Beliau juga ingin semakin banyak orang yang mengajaknya bekerja sama untuk supply di proyek-proyek besar.
Meskipun begitu merasa keberhasilan Pak Latif membuatnya berpikir, jika beliau berhasil menggapai tingkat pendidikan yang lebih tingga, hal ini akan lebih memuluskan jalan kesuksesannya dalam berbisnis.

Nah bagaimana kisah sukses Pak Latif dari Grahaexcel? Semoga menjadi inspirasi kalian yaa.

Yuk pakai tangki air EXCEL dari Grahaexcel yang berkualitas dan berstandar SNI & FDA.

Intinya jika ada orang yang bilang, jangan mimpi terlalu tinggi nanti sakit kalau jatuh. Tetap bertahan dengan kayakinan diri Anda ya Sob! Menjual Tangki Air EXCEL adalah sebuah awal, yuk lihat Video tentang Tangki Air EXCEL berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=8q_pux0uu04