Tidak terlintas di fikiran Joko Purnomo selaku sales dari Toko Bangunan Sumber Jaya yang sudah mendapatkan kesempatan untuk bertemu seluruh anggota DPR RI dari seluruh komisi yang ada berikut beserta staff ahli yang dimiliki dari masing masing komisi tersebut. Tak disangka yang menghubungi Joko adalah staff ahli dari komisi DPR yang ada proyek toren air sekolah pada saat itu. Kisah pembeli toren air merupakan anggota DPR adalah diawali atau dimulai ketik Joko purnomo sedang mempromosikan toren air grahaexcel di acara tender wika group pada saat itu, karena ketika jam istirahat makan siang Joko Purnomo sempat bercerita cerita dengan perwakilan tender lain. Dan beliau bertemu dengan teman kuliah semasa beliau kuliah di depok.

Sejak awal kuliah, memang Joko Purnomo sudah dikenal temannya sebagai teman yang aktif berjualan dan tidak malu untuk menawarkan produk kepada siapapun itu tanpa pandang status mau itu kaka kelas di kampus atau seangkatan beliau tetap menawarkan produk yang pada saat itu menjadi tugas akhir kuliahnya, yakni menjual pulpen rapido modifikasi terbaru. Selama acara tersebut masih istirahat, mereka pun melanjutkan perbincangan, dan setelah dimulai kembali ternyata joko purnomo tidak memenangkan tender tersebut, dan beliau sudah resah karena target capaian menjadi sales tetap ada sementara pembeli toren airnya tidak ada, ibaratnya pembeli toren airnya belum bisa terlihat belum mendapat order sehingga belum mengisi poin pencapaian beliau di Toko Bangunan Sumber Jaya tersebut. Beliau pulang dengan tangan hampa, namun begitu sesampainya di rumah, beliau pun berbicara dengan teman kuliahnya semasa muda dulu, yakni Pak Syarief.


Dokumentasi PT GRAHAEXCEL PLASTINDO

Pak Joko Purnomo pun akhirnya menghubungi pak syarief dengan tergesa gesa dan agak sedih, karena tadinya jika memang mendapatkan tender itu, maka Pak Joko Purnomo sudah memikirkan hal tersebut dan jika memang menang tender maka sudah pasti pembeli toren air nya banyak dan jumlah toren air yang dipesan pun pastilah banyak dan tidak sedikit. Jadi ditengah harapan yang terlalu tinggi dan seketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasi membuat dirinya agak sedikit frustasi, namun Pak Syarief yang menjadi sales juga berusaha menyemangati beliau dan meyakinkan beliau bahwa rezeki pada hakikatnya tidak akan pergi kemana, semua sudah ada yang atur. Banyak tidaknya pembeli toren air GRAHAEXCEL 80% merupakan takdir dan keberuntungan kita 20% merupakan usaha yang sudah kita lakukan untuk menjemput bola dan membuat pembeli toren air datang dalam jumlah banyak, namun jika itu bukan lah keberuntungan kita maka ya memang belum ditakdirkan rezeki tersebut untuk kita dan itu sudah ditakdirkan untuk orang lain. Setelah diberikan pengarahan oleh teman masa kuliahnya bahwa pembeli toren air grahaexcel akan datang jika memang ditakdirkan, maka beliau pun kembali tenang dan berusaha untuk menata kehidupannya kembali dan melakukan pembuktian kepada Toko Bangunan Sumber Jaya untuk tetap produktif dalam mencari omset dan pembeli toren air yang banyak. Aktivitas Joko purnomo pun berjalan seperti biasa, door to door menawarkan toren air grahaexcel agar mendapatkan pembeli toren air.

 

Sembari menjalankan aktivitas sebagai sales di Toko Bangunan Sumber Jaya, dan mencari order, mencari pembeli toren air grahaexcel. Beliau tetap terus kontak dengan Pak Syarief teman kuliahnya dan tetap melakukan pemantauan tentang tender tender yang sedang berlangsung, beliau memang untuk saat ini belum berani lagi untuk mengikuti tender serupa atau semacamnya, karena belum siap menerima hasil yang mengecewakan seandainya belum goal. Jadi beliau menjalankan aktivitas seperti biasa saja, dan sampai akhirnya 4 Bulan kemudian, begitu beliau sudah agak pulih kekecewaanya, beliau pun memutuskan untk mengikuti tender kembali sebagai perwakilan dari tim sales Toko Bangunan Sumber Jaya yang berangkat, beliau tidak pergi dengan tangan kosong sekarang, melainkan beliau pergi dengan perbekalan product knowledge yang mantap dan untungnya beliau juga sudah mempelajari cara menjual produk yang expert dan bisa mengubah pola pikir keinginan menjadi sebuah kebutuhan. Akhirnya pada kesempatan tender kali ini, beliau gagal lagi dan tidak mendapatkan pembeli toren air lagi, lagi lagi dan lagi diberikan kekecewaan, tapi anehnya setelah acara selesai, ada yang menghubungi beliau yang mengaku sebagai kepala sekolah negeri di daerah jakarta, untuk memulai proyek pengadaan toren air di sekolah tersebut. Beliau sangat semangat untuk menjalankan proyek tersebut, menurutnya beliau harus total di proyek ini sebagai pembalasan dendam dan pembuktian kepada toko bangunan sumber jaya karena beliau sudah gagal dan tidak bisa menghasilkan pembeli toren air yang banyak untuk toko bangunan sumber jaya. Sehingga ini merupakan target beliau yang nantinya akan membanggakan toko bangunan sumber jaya.

Selama proses komunikasi tidak ada yang aneh, pada saat proses pengantaran toren air tersebut, beliau di suruh ikut dan membawa toren toren itu ke halaman DPR RI di jakarta, dan beliau mulai bingung disitu, ternyata beliau dikasih tahu bahwa akan ada penyerahan secara simbolis tim proyek dengan dpr komisi pendidikan, jadi beliau pun tanpa ragu lagi untuk datang kesana. Dan benar saja, seluruh anggota DPR sudah siap dalam posisi penyerahan dan ternyata beliau tercengan karena seluruh anggota DPR dari seluruh komisi hadir beserta staff ahlinya, dan beliau sangat bangga berfoto dengan keseluruhan anggota DPR tersebut dan akhirnya mengetahui bahwa pembeli toren airnya adalah staff ahli DPR, sang staff ahli meminta maaf karena tidak memberi tahunya, karena memang identitas asli harus dirahasiakan demi keamanan kantor DPR.

Pembelajaran yang bisa menginspirasi kita dalam kisah ini adalah, jika memang belum bisa menjual toren air banyak dan membanganggakan toko bangunan yang sudah mempekerjakan kita, bukan berarti kita harus berhenti di situ saja melainkan kembali bangkit dan lakukan pembuktian. Pasti akan selalu ada pelangi sehabis hujan, selalu ada solusi dan rezeki baru dibalik masalah yang dihadapi, terbukti joko purnomo sudah mengalaminya.

Yuk, ketahui kisah inspiratif dari salah satu supermarket Bangunan di Kota Bogor yang sudah menjual produk kami 39 Tahun tanpa complain https://www.youtube.com/watch?v=cxjqlGmeMOc