Di zaman modern seperti sekarang, tidak lagi bermain game adalah sesuatu hal yang buruk. Namun bermain game mampu menghasilkan uang bahkan mampu menjadi mata pencaharian hanya dengan bermain game, atau melakukan hobby tanpa tekanan dan paksaan mampu menghasilkan uang yang berguna untuk diri sendiri terutama pembuktian pada keluarga bahwa sangat mungkin untuk anak yang menyukai game, mampu menghasilkan uang dengan game tersebut. Di masa sekolah sering kali banyak yang mengatakana, jika terlalu sering main game tidak akan punya masa depan, kalimat yang sering keluar adalah “mau jadi apa gede nanti? kecilnya cuma suka main game!” sampai sebegitunya seseorang menghakimi dan mampu menentukan masa depan orang lain, secepat itu dan dalam waktu sesingkat itu.

Bayangkan bagaimana perasaan anak yang meremehkannya, kebanyakan dari mereka memang di dasari karena ketidak tertarikannya dengan mata pelajaran yang terkesan monoton, tidak menarik bahkan intonasi penyampaian materi dari seorang guru atau dosen tidak begitu menarik sehingga penyampaian materi tersebut, menyebabkan kantuk yang berkepanjangan. Sehingga minat siswa akan pelajaran tersebut lambat laun menghilang pelan pelan sampai akan hilang total dengan sendirinya. Tapi bukan berarti pemahaman seseorang jika tidak pandai di mata pelajaran merupakan orang bodoh, sama hal nya ketika kita lemah di pelajaran exact, tapi kita mahir di pelajaran musik dan membaca notasi balok pada partitur tangga nada, hal ini bukan berarti bodoh kan? Kita bisa mengganti kalimat nya menjadi “tidak pandai di excact tapi pandai di musik” bukan malah mengatakan bodoh. Itulah yang dirasakan Rudi, rudi yang dulu semasa sekolah ketika ambil raport, sang ayah selalu dipanggil ke sekolah karena selalu hampir tidak naik kelas. Ayah Rudi memang seorang pengusaha sementara sang ibu wanita karir di kantor, sehingga akan lebih fleksible jika sekolah memanggil ayah rudi karena stand by kapan saja dan dimana saja.

Ayah Rudi memiliki Toko Bangunan, dimana salah satu produk yang dijual di toko bangunan tersebut adalah toren air grahaexcel. Awalnya ayah rudi sempat frustasi dengan anaknya karena selalu bikin ulah di sekolah bahkan hampir tidak naik kelas, namun yang terjadi berbalik 180 derajat sekarang, karena salah satu pembeli toren air grahaexcel miliknya, memiliki anak yang sama karakter dan kesukaannya dengan rudi. Dengan hal tersebut, setiap pembeli toren air itu datang ke toko bangunan sang ayah, pembeli toren air itu selalu bercerita mengenai anaknya dan akhirnya setelah mereka menyadari memiliki kesamaan nasib, sang pembeli toren air pun tak segan berbagi cerita secara terus menerus dengan ayah rudi sang pemilik toko bangunan. Kini ayah rudi tidak sendirian, dan beliau merasa tenang bahwa apa yang terjadi pada kondisi anaknya bukan merupakan hal yang langka dan anaknya yakni rudi bukanlah memiliki kelainan game addict melainkan minat belajarnya bukan pada mata pelajaran exact melainkan mengulik game mulai dari karakter, cara main sampai cheat yang digunakan untuk memenangkan game tersebut dengan cepat dan agak sedikit curang.

Pembeli toren air tersebut pun tak jarang memberi masukan kepada ayah rudi, untuk coba tetap berjualan toren air grahaexcel dengan mengimbangkan waktu main dengan rudi agar ayahnya bisa memahami rudi lebih lagi dan agar sang ayah mampu menjadi teman rudi berkomunikasi setelah game, dan agar ayah mampu mengendalikan emosi sang buah hati. Intinya pembeli toren air grahaexcel tadi, ingin agar sang ayah membagi waktu dengan sang putra untuk berdiskusi, main dan bercanda. Kebanyakan anak memang sering menjadi game addict karena tidak mendapatkan kesenangan lain dari hidupnya. Waktu kuliah pun tiba, dengan kondisi pada saat itu, sang ayah masih menjual toren air grahaexcel.

Sebelum masuk kuliah dan ketika rudi sedang dalam masa masa test tryout di tempat bimbelnya, Rudi masih berusaha mencari jati diri dan tujuan fakultas yang akan ditempuhnya ketika sudah masuk dunia perkuliahan nanti. Karena ketika sekolah, sang ayah mendengarkan omongan pembeli toren air grahaexcel tersebut untuk lebih mendekatkan dan membagi waktu antara jual toren air grahaexcel dengan berkomunikasi bersama rudi maka ketika ingin masuk kuliah pun Rudi tidak sungkan untuk menceritakan kegundah gulanaannya ingin memilih jurusan apa. Sang ayah mendengarkan dan berusaha memberikan wejangan yakni “jurusan apapun yang kamu ambil, ayah tetap support asal pada akhirnya kamu bisa jadi juara dan jadi yang terbaik di bidang itu, ayah tidak perlu nilai tetapi ayah butuh prestasi, karena nilai merupakan hasil dari proses, tapi prestasi merupakan nilai dari hasil akhir”. intinya ayah tetap support dan akan tetap selalu bangga dengan apa yang Rudi pilih.


Dokumentasi Medical News Today

Akhirnya rudi mantap untuk memilih jurusan design animasi di sebuah universitas yang unggul di bidang multimedia dan teknologinya, dalam masa kuliah pun tidak ada sesuatu yang berubah sedemikian rupa secara signifikan. Tiba saatnya Rudi lulus kemudian ia memutuskan untuk bekerja di perusahaan LYTO Games.indonesia untuk membuat animasi games. Minatnya membawanya pada kesempatan hidup seperti sekarang ini. Sang ayah masih sama yakni pemilik toko bangunan yang menjual toren air grahaexcel dengan keakraban dengan seorang pembeli toren air yang mampu membuatnya mendidik sang anak sedemikian rupa seperti sekarang. Tak disangka karir sang anak menanjak cukup cepat, karena animasi karakter gamenya mendapat apresiasi dari animator jepang yakni pemegang saham juga dalam pembuatan games tersebut, dan benar saja karakter yang dibuat oleh rudi terjual dengan harga ratusan dolar.

Gaji membuat 1 karakter tersebut diberikan kepada sang ayah full untuk me restock toren air grahaexcel dan mampu memperluas tokonya. Dari cerita tersebut dapat disimpulkan dan menjadi pembelajaran untuk sobat EXCEL jika ingin memulai usaha menjual toren air grahaexcel untuk tidak meremehkan kemampuan siapapun, dalam memiliki teman sesama penjual toren air, coba untuk jangan meremehkan dan memiliki pandangan negatif terhadapnya. Karena kita tidak akan pernah tahu, kedepan seseorang tersebut akan terus berjualan toren air grahaexcel atau menjadi pendiri usaha toren air merk lain yang cukup sukes. Berlakukan hal tersebut terhadap orang sekitar yang memiliki bidang kerja apapun. Semoga bermanfaat ya Sob.

Sobat EXCEL pasti penasaran kan, ukuran Toren Air EXCEL berapa sih yang paling laris di pasaran? Sampai bisa Efendi hadiahkan stock toren air EXCEL pada sang ayah? Klik link video verikut ini https://www.youtube.com/watch?v=lWDCiyGDK9Q