Begitu mendengan sang ayah meninggal, Aldi langsung terbang ke jakarta dan begitu proses pemakaman selesai, sang ibu berusaha untuk bicara pada Aldi tentang nasib keluarganya. Aldi bukanlah anak tunggal, melainkan anak paling bonton dari 3 bersaudara, kedua kakaknya telah memiliki kehidupan berumah tangga, sementara yang masih tinggal di Toko Bangunan dimana bangunan tersebut adalah rumah Aldi, ya hanya tersisa Aldi dan Ibunya. Ibu nya kemudian melanjutkan pembicaraan yang mengatakan bahwa Aldi harus mau tidak mau melanjutkan usaha sang ayah, karena sudah banyak pembeli toren air GRAHAEXCEL yang berlangganan di Toko Bangunan Sejahtera. Pasti Sobat EXCEL bingung, kenapa tidak suruh ibunya saja untuk menjaga Toko Bangunan Sejahtera, dan membiarkan Aldi tetap berkuliah di semarang sampai meraih gelar sarjana, sesuai cita - citanya? ternyata pada prakteknya tidak semudah itu Sob!

Keadaan sang ibu waktu itu memiliki warung makan, dimana masa sewa sudah dibayar sang suami untuk 1 Tahun ke depan, dan suami atau ayah ali meninggal bertepatan dengan baru 3 bulannya warung makan tersebut di sewanya, itu yang membuat ibu Ali tidak bisa menjaga Toko Bangunan Sejahtera. Ali pun sangat bingung dan benar - benar galau saat itu, Kala itu Ali sudah ada di semester 4 perkuliahan, jadi sudah ada di pertengahan jalan untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun apa daya, mau tidak mau, suka tidak suka, Ali akhirnya keluar dari universitasnya di semarang dan fokus menjual toren air GRAHAEXCEL peninggalan ayahnya.

 

Dokumentasi The Conversation

Strategi pertama yang dilakukan Ali untuk melanjutkan usahanya, adalah sebagai pengamat terlebih dahulu, Ali bukan seseorang yang pandai mengingat pelajaran, beliau baru akan mengingatknya jika pembelajaran itu dibuatkan prakteknya atau pembelajaran tersebut terdapat proses melakukan kegiatan di dalamnya. Jadi, hari pertama Ali menjaga toko bangunan sejahtera milik sang ayah, beliau izin untuk belajar dengan mengamati segala kegiatan yang ada di toko bangunan itu, mulai dari kegiatan muat dan angkut barang, kegiatan transaksi di kasir, kegiatan pengecekan stok, dll. Hari pertama, Ali mendapatkan pelajaran, bahwa Toko Bangunan milik sang ayah yang menjual toren air GRAHAEXCEL, tidak hanya menerima pesanan toren air GRAHAEXCEL melalui pembeli toren air yang datang langsung, melainkan pembeli toren air yang menelpon ke kantor toko bangunan tersebut pun berhak melakukan order. Pembelajaran pertama adalah pembeli toren air grahaexcel bisa order langsung dan tidak langsung yakni by phone.

Pembelajaran kedua yang beliau lihat di mesin kasir adalah, banyak orang yang berhutang dan bilangnya bayar nanti 1 bulan lagi atau ada juga yang 2 bulan lagi. Setiap pembeli toren air GRAHAEXCEL memiliki karakter yang berbeda beda, sehingga range nya sudah terlihat antara 1-2 bulan, dan para kasir tidak selalu memberikan keringanan tempo hutang tersebut. melainkan melakukan pengecekkan di komputer, merupakan langganan lama atau bukan, jika memang pembeli toren air grahaexcel tersebut merupakan pembeli toren air atau pelanggan lama, maka nama dan alamatnya akan tercatat di sistem, tetapi jika tidak maka pembeli toren air tersebut dikategorikan sebagai pembeli toren air baru dan tidak berhak mendapatkan keringanan tempo hutang tersebut. Pembelajaran kedua, Ali harus bertindak cepat di mesin kasir untuk ACC pemberian keringanan tempo hutang yang agak lama dengan pengecekan keseluruhan melalui sistem. Jangan sampai Ali belum tahu riwayat pembeli toren air tersebut, namun sudah memberinya keringanan, yang ditakutkan adalah mereka tidak bayar tepat waktu, malah mundur dan kabur. Karena di Toko Bangunan Sejahtera yang didirikan sang ayah, tidak memiliki mesin kartu kredit, jadi semuanya berdasarkan kepercayaan dengan pembeli toren air GRAHAEXCEL saja. Sang ayah tidak memiliki mesin kartu kredit, karena limit transaksinya cukup besar.

Pembelajaran ketiga adalah, Stock barang keseluruhan harus tercatat dalam sistem. Dan ketersesuaian barang yang terdapat di sistem harus cross check dengan barang fisik di gudang stock. Pencatatan tersebut tidak lah boleh mendapatkan selisih, dan tidak boleh juga ditemukan belum tercatat di sistem untuk stock lama, untuk stock baru belum tercatat wajar, Tapi jika stock lama belum tercatat itu fatal. Pencatatan stock disesuaikan dengan nota pembelian atau nota pembelanjaan. Setiap transaksi pemenuhan stock, pembelian barang dari luar, harus tercatat dan harus dimasukkan ke dalam sistem sehingga pengecekkan bisa sesuai.

Yuk, ketahui kisah inspiratif dari salah satu supermarket Bangunan di Kota Bogor yang sudah menjual produk kami 39 Tahun tanpa complain https://www.youtube.com/watch?v=cxjqlGmeMOc